BNKP Tangerang – Web

Archive for Februari 2009

  • In: BERITA
  • Komentar Dinonaktifkan pada Undangan Seminar “Gereja Dan Krisis Global”

Forum Komunikasi Niha Keriso OnoNiha (FKNO) Se Jabodetabek mengundang warga Jemaat BNKP Tangerang untuk menghadiri seminar yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Maret 2009 pukul 08.00 – 15.00 di Gedung Menza, Jln. Salemba Raya No. 18, Jakarta Pusat.

Tema Seminar: “Gereja Dan Krisis Global”.

Pembicara: Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Ketua STT Jakarta Pdt. Jan Sihar Aritonang, Ph.D., Ketua Umum Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI).

Bagi warga jemaat yang ikut ambil bagian, dimohon dapat mendaftar pada sekretariat gereja BNKP Tangerang.

  • In: IBADAH & PELAYANAN
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ibadah Dan Pelayanan Periode 23 Feb s/d 1 Mar 2009
Kunjungan Pendeta Ke Jemaat                           

  • Hari: Selasa 
  • Tempat kunjungan: Sektor 2 Tangerang Kota 
  • Majelis Pendamping: SNK Ama Venesia Telaumbanua, SNK. Ama Clinton Mendrofa, Ina Grace Zebua
Sermon Dan Persiapan Ibadah                          

 

  • Hari: Jumat, pukul 19.00 wib di gereja, 
  • Dimohon kepada seluruh majelis dan pekerja yang bertugas untuk menghadirinya.

 

Kebaktian Komisi Perempuan

  • Hari: Jumat
  • Pukul: 18.00 wib
  • Dimohon kehadiran seluruh anggota Komisi Perempuan.

 

Kebaktian Komisi Pemuda

  • Hari: Sabtu
  • Pukul: 18.00 wib
  • Dimohon kehadiran seluruh anggota Komisi Pemuda.

 

Ibadah Minggu 1 Maret 2009, Pukul 09.00       

  • Firman Tuhan:
    • Pembacaan ke-1: Yeremia 33 : 1-9
    • Pembacaan ke-2: Lukas 9 : 57-62 
    • Khotbah : Mazmur 25 : 1-7
    • Hafalan: Markus Mazmur 25 : 4
  • Pengkhotbah: Pdt. Mistariani Zega, S.Th.
  • Liturgos: SNK. Ama Venesia Tealaumbanua
  • Kolektan: SNK. Ama Boris Telaumbanua, SNK. Ama Putri Gulo
  • Penyambut Jemaat: SNK. Sirsta Zebua, SNK. Ama Tommy Zega
  • Pembaca Warta: SNK. Ama Icha Gulo
  • Doa Konsistori: SNK. Ama Refince Gulo
  • Organist: Origene Hia
  • Singers: Ina Grace Zebua, Ina Monica Lase
  • Koor/VG:  Sektor 3, Komisi Perempuan
  • Nyanyian Ibadah: KJ No. 13, 379, 178, 393
  • Nama Minggu: Invokavit
  • Tata Ibadah: Epiphanias, Halaman 33
  • Bahasa: Indonesia

 

Katekisasi Sekolah Sidi

  • Hari: Minggu, pukul 07.00
  • Pengajar: Pdt. Mistariani Zega, S.Th
  • Topik: Peneguhan Sidi

 

Kebaktian Sekolah Minggu

  • Hari: Minggu, Pukul: 09.00 wib
  • Tempat: Lantai 1 gereja BNKP Tangerang
  • Guru / Pelayan
    • Kelas Besar: Yudika Gulo
    • Kelas Menengah: Ina Bryan Harefa
    • Kelas Kecil: Rima Mendrofa
Rapat Majelis
  • Hari: Minggu, 1 Maret 2009
  • Pukul 11.30 wib, selesai kebaktian Minggu
  • Tempat: Lantai 2 gereja
  • Dimohon kehadiran seluruh majelis dan ketua panitia

NO. STB.    NAMA                            TGL HUT         WILAYAH

1.      229    Ellen Yasrin Zega         22 Feb            Sektor 1 Perumnas
2.      312    Ina Stevi Zendrato       23 Feb           Sektor 7 Curug
3.      25     Victor Selamat Gulo     28 Feb            Sektor 1 Perumnas
4.      67     Ama Desti Zebua         28 Feb           Sektor 2 Tangerang Kota
   
Majelis dan jemaat mengucapkan “Selamat Ulang Tahun dan Selamat Berbahagia. Tuhan Yesus Memberkati!”
 

Ada sejuta kesempatan baik yang ada didepan perjalanan hidup kita. Maka teruslah berjalan dan berjuang. Jangan menyerah karena pada akhrinya hidup kita akan baik-baik saja, sungguh hidup tidak akan berhenti karena Allah yang mengatur hidup kita. Yakinlah Allah selalu dipihak kita anak-anakNya.

Banyak orang merasa tidak memiliki kesempatan dan mengalami putus asa dalam hidup ini setelah mengalami kesulitan, ini memang tidak salah namun janganlah hidup terus dalam keadaan keputusasaan ini serta hanya berhenti ditempat menunggu keajaiban datang. Orang harus terus berjalan dan berjuang maju dengan keyakinaan untuk menciptakan kesempatan sehingga harapan menjadi lebih baik dan dapat diwujud nyatakan.

Beberapa hari yang lalu Handphone saya berbunyi dan ada orang yang meminta saran pada saya. Rekan ini mengatakan sudah tidak kuat dalam hidup ini karena saat ini sedang mengalami musibah berat dimana ia dan isterinya dinyatakan positif hiv. Sang isteri marah besar dan setiap hari memukuli dirinya bahkan sampai meludahinya dengan memaki-maki padanya karena isterinya ikut ketularan hiv sedangkan isterinya merasa tidak melakukan kesalahan dalam hidup berkeluarga.

Rekan ini memang merasa yang salah, namun dengan perlakuan isterinya yang demikian ia merasa sudah tidak tahan lagi dan lebih baik mati meninggalkan dunia ini.

Saya memahami apa yang terjadi pada rekan ini. Saya juga ikut bingung dengan apa yang terjadi namun saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk hal ini kecuali hanya mendengarkan keluhan rekan itu. Rekan ini saat ini pergi meninggalkan rumah karena sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan isterinya kepadanya dan ia sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa bersalah dengan keadaan ini. Semua telah terjadi dan tidak bisa diputar balik menjadi seperti yang diharapkan, nasi sudah menjadi bubur. Rekan ini juga menceritakan, ia tidak tega meninggalkan isterinya karena beban hidup selama ini menjadi tanggunganya. Isterinya memberontak demikian karena shok dengan perisitwa dirinya ketularan hiv tersebut. Untuk menyudahi pembicaraan saya hanya bisa mengatakan, “saya berdoa untuk Anda dan kembalilah ke rumah apapun yang terjadi, Yakinlah hidup anda dan isteri Anda akan baik-baik saja”.

Setelah pembicaraan dengan rekan itu, saya menjadi lebih bingung lagi mau berbuat apa? Doa, ya hanya doa yang bisa saya lakukan walaupun pertempuran antara rekan itu dengan isterinya masih terus terjadi. Setidaknya andaikan isteri rekan itu sudah tidak memukul, meludahi dan memaki karena capek tentu perang batin masih ada dalam keluarga itu. Sungguh pintu gerbang “perpecahan” seolah ternganga dalam keluarga itu. Kesulitan dan kebekuan yang luar biasa pasti terjadi setelah perang itu. Suasana keluarga tentu menjadi tidak menentu dan hanya kebisuan yang ada serta seluruh penghuni rumah itu menjadi “seonggok” daging tanpa bersuara dalam cinta dan kebersamaan. Suasana yang sangat tidak mengenakkan melebihi “neraka”. Sungguh tak ada yang mau hidup dalam suasana ini namun tetap harus dijalani. Jika orang berhenti dan kata “lebih baik mati saja” dan mereka sungguh ambil keputusan untuk mati maka mereka telah menjadi orang-orang kalah yang mati konyol dalam hidup ini karena mati dalam luka yang sebenarnya bisa diatasi.

Sampai saat ini rekan itu belum menghubungi saya lagi dan saya tidak tahu dengan apa yang terjadi. Semoga keluarga itu telah menjadi lebih baik.

Suasana demikian juga sering terjadi dalam diri kita walaupun dalam kasus yang berbeda. Entah kasus perselingkuhan, pengkhianatan dan perendahan martabat kehidupan dalam kebersamaan. Situasi yang demikian adalah situasi yang tidak bisa dihilangkan namun hanya bisa diperbaharui jika sudah terjadi. Ya diperbaharui dalam kesadaran dan penerimaan. Jika isteri teman itu tidak bisa menerima keadaan dan terus marah dengan memaki, meludahi dan memukuli. Apakah keadaan bisa berubah seperti sebelum kejadian? Tidak. Ia dan suami tetap akan mengalami kasus hiv ini bahkan keadaan akan semakin parah dengan keadaan yang demikian. Dalam keadaan yang demikian seharusnya mereka saling mendukung dan mencari jalan keluar agar hidup terus berlangsung demi kebaikan bersama dan bukan dengan kemarahan dan kebencian. Sungguh kemarahan dan kebencian tidak akan merubah keadaan dan situasi namun malah akan memperkeruh suasana. Memang tidak mudah menerima keadaan ini apalagi menjadikan ini sebagai berkat dari kehidupan. Sulit dan teramat sulit. Emosi biasanya yang pertama berbicara dan bukan hati yang dingin dan pikiran yang jernih. Emosi biasanya bekerja lebih cepat dalam menanggapi ketidaknyamanan dalam hidup ini dan setelah emosi sampai pada puncaknya serta pada titik balik baru hati dan pikiran yang bekerja.

Maka berbahagialah mereka yang selalu dapat mengendalikan emosi dan mengedepankan peran hati dan pikiran, karena orang demikian adalah orang yang terberkati dan hidup dalam kedamiaan. Orang demikian adalah orang yang seungguh dekat dengan Allah sendiri. Saya yakin jika orang hidup dalam pikiran jernih dan hati yang dingin dalam menyikapi setiap permasalahan maka sudah dapat dipastikan pintu kesempatan pada kebaikan akan lebih mudah dibukakan. Sungguh orang diharapkan selalu memikirkan apa yang ada didepan hidupnya dan bukan apa yang telah terjadi dibelakang hidupnya. Jika orang menyadari kalau telah terkena virus penghianatan, perselingkuhan, perendahan martabat atau malah virus hiv ini serta bisa menerima ini dengan hati tenang dan mau memulai untuk hidup baru dalam pertobatan kembali pada kebenaran dan cinta Allah tentulah hidup akan tetap baik-baik saja.

Maka kata, ” teruslah berjalan, jangan menyerah karena pada akhirnya hidup akan baik-baik saja akan menjadi kenyataan”. Yang menjadikan hidup tetap baik adalah jika orang tetap mau melangkah kedepan dengan bercermin ke belakang, Orang tidak perlu jatuh pada kesalahan yang sama dengan terus membawa luka akan virus ketidaknyamaan ini. Namun orang harus berani meninggalkannya dan andaikan tidak bisa ditinggalkan cukup membawa dan berjalan beriringan dengannya.Virus hiv itu tidak mungkin ditinggalkan namun harus tetap dibawa namun virus ini tidak akan menjadi beban kalau orang sudah bisa berjalan dengannya. Memang beban itu akan ada karena sewaktu-waktu virus ini perlu penanganan namun dengan kesadaran dan penerimaan beban itu tidak akan terasa berat dibanding jika virus ditolak apalagi dibenci namun masih ada dan harus dibawa kemana-mana.

Maka belajarlah pada Tuhan Yesus yang luar biasa hebat.

Salib yang dipanggul oleh Tuhan Yesus bisa saja dibuang dan ditingggalkan namun kesetiaanNya menjadikan IA terus berjalan dan menyelesaikan perjalanan dan akhirnya semua menjadi baik bahkan sangat baik mengagumkan. Sama juga dengan mareka yang telah mengalami hiv namun berani menerima dan menyadari hal itu bahkan mendedikasikan diri pada pelayanan penanganan hiv menjadikan hidup mereka lebih berarti dan akan menjadi baik kesudahannya. Kesulitan tidak harus dijadikan batu sandungan namun kesulitan bisa menjadi batu loncatan untuk melangkah lebih jauh dan lebih tinggi. Hal ini hanya akan bisa jika ada satu kunci istimewa yaitu kekuatan untuk menerima dan menyadari hal ini sebagai berkat yang datang dari Allah. Memang Allah tidak mendatangkan berkat dalam bentuk kesulitan ini namun dengan meletakkan kesulitan dalam koridor Allah hal itu akan menjadi lebih bernilai.

Hal ini sama dengan perisitwa kebaikan.

Kebaikan akan menjqdi lebih bernilai jika diserahkan dalam koridor cinta Allah. Semoga hidup kita yang kadang dipenuhi oleh kesulitan ini boleh tetap berjalan dan tidak putus asa karena pada akhirnya hidup akan baik-baik saja. Sama seperti yang pernah saya alami. Saya tidak akan pernah boleh berbagi cinta dalam kehidupan seperti sekarang kalau tidak mengalami aneka kesulitan karena penghianatan dan fitnah. Namun penghianatan itu harus terjadi sama seperti orang buta sejak lahir seperti dalam kitab suci yang disembukan Tuhan.

Kisah orang buta dalam kitab suci adalah demi kemuliaan Allah karena Allah mampu mengubah kekurangan dalam diri orang buta menjadi berkat yang laur biasa. Sama seperti peristiwa kasus hiv rekan itu sungguh akan menjadi berkat jika disadari dan diterima dalam koridir Allah dan rekan itu mau bangkit. Saya juga memiliki rekan yang suami isteri terkena penyakit hiv ini namun mereka bisa menerima dan sampai saat ini kegembiraan tidak menjauh dari mereka.

Inilah kekuatan menerima dan menyadari serta mau terus berjalan memperjuangkan hidup. Mereka akan tumbuh seperti pohon yang kuat ditengah badai bahkan dapat menjadi sandaran banyak kehidupan lain. Saya berdoa semoga rekan yang kemarin menghubungi saya sudah menemukan jalan penerimaan sehingga keutuhan dalam keuarganya tetap masih terjadi hari-hari kemudian semakin menjadi jalan bagi kemuliaan Allah. Allah sungguh memiliki maksud istimewa dalam setiap peristiwa hidup kita, Ia memberi salib agar orang tahu artinya beban hidup dan penyerahan kepadaNya. Ia memberikan penghianatan agar orang tahu akan arti kesetiaan seperti kesetianNya pada manusia yang mengkhianatiNya. Yang pasti Ia selalu menciptakan hal yang baik hanya yang baik itu ada didepan dan kadang tidak dapat ditangkap sebelum waktu yang berbicara.

Semoga kehidupan kita yang penuh dengan perjuangan karena ketidaknyamanan dan kesulitan menjadi batu loncatan untuk maju meraih kegembiraan. Selama dalam keyakinan akan kebaikan Allah sehingga harapan-harapan kita menjadi kenyataan dan hidup menjadi baik-baik saja pada akhirnya.

 

Ref.: Sari Gea | Kirim Tulisan | Dikirim pada tanggal 2009/02/17 pukul 15:50

NO. STB.    NAMA                            TGL HUT           SEKTOR

1.      154    Samaniat Zalukhu         15 Feb            Sektor 6 Serpong
2.      277    Yuslinda Telaumbanua   16 Feb              Sektor 7 Curug
3.      368    Suarni Gulo                   17 Feb            Sektor 4 Pasar Kemis
4.      369    Rosmaeni Gulo              17 Feb            Sektor 4 Pasar Kemis
5.      350    Feberwati Lase              18 Feb             Sektor 7 Curug
   
Majelis dan jemaat mengucapkan “Selamat Ulang Tahun dan Selamat Berbahagia. Tuhan Yesus Memberkati!”
 
  • In: IBADAH & PELAYANAN
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ibadah Dan Pelayanan Periode 16 s/d 22 Peb 2009
Sermon Dan Persiapan Ibadah                          

  • Hari: Jumat, pukul 19.00 wib di gereja, 
  • Dimohon kepada seluruh majelis dan pekerja yang bertugas untuk menghadirinya.

 

Kebaktian Komisi Perempuan

  • Hari: Jumat
  • Pukul: 18.00 wib
  • Dimohon kehadiran seluruh anggota Komisi Perempuan.

 

Kebaktian Komisi Pemuda

  • Hari: Sabtu
  • Pukul: 18.00 wib
  • Dimohon kehadiran seluruh anggota Komisi Pemuda.

 

Ibadah Minggu 22 Pebruari 2009, Pukul 09.00       

  • Firman Tuhan:
    • Pembacaan ke-1: Yesaya 53 : 1-3 
    • Pembacaan ke-2: Roma 10 : 13 -21 
    • Khotbah : Markus 8 : 31-38
    • Hafalan: Markus 8 : 34b
  • Pengkhotbah: Pdt. Mistariani Zega, S.Th.
  • Liturgos: SNK. Ama Clinton Mendrofa
  • Kolektan: SNK. Ama Anggraini, SNK. Ama Eben Hia
  • Penyambut Jemaat: SNK. Monica Lase, SNK. Ama Ornela Laoli
  • Pembaca Warta: SNK. Ama Risman Mendnrofa
  • Doa Konsistori: SNK. Ama Franky Lase
  • Organist: Monica Lase
  • Singers: Khibarig Gulo, Selamat Zebua
  • Koor/VG:  Kompa, Sektor 4
  • Nyanyian Ibadah: KJ No. 157, 158, 159, 376
  • Nama Minggu: Epiphanias
  • Tata Ibadah: Epiphanias, Halaman 33
  • Bahasa: Indonesia

 

Katekisasi Sekolah Sidi

  • Hari: Minggu, pukul 07.00
  • Pengajar: Pdt. Mistariani Zega, S.Th
  • Topik:  Sakramen Dalam Gereja

 

Kebaktian Sekolah Minggu

  • Hari: Minggu, Pukul: 09.00 wib
  • Tempat: Lantai 1 gereja BNKP Tangerang
  • Guru / Pelayan
    • Kelas Besar: Ina Boris Telaumbanua
    • Kelas Menengah: Ina Indah Waruwu
    • Kelas Kecil: Ina Zefan Zebua
Rapat Majelis
  • Hari: Minggu, 1 Maret 2009
  • Pukul 11.30 wib, selesai kebaktian Minggu
  • Tempat: Lantai 2 gereja
  • Dimohon kehadiran seluruh majelis dan ketua panitia

*)  Sari Gea


I hope this can help u…

Salah satu keputusan terpenting yang harus diambil oleh seseorang dalam kehidupannya adalah tentang siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya. Keputusan ini menjadi keputusan yang sangat penting mengingat bahwa secara mendasar perkawinan hanya dirancang Allah untuk dilakukan sekali sepanjang hidup. Menikah dengan orang yang salah berarti mengalami kekecewaan seumur hidup; tetapi menemukan orang yang tepat, akan mendatangkan tahun-tahun yang dapat dinikmati bersama. Masalah yang sangat essensial adalah bagaimana menemukan orang yang tepat? Apakah memang betul Tuhan telah menetapkan seseorang untuk menjadi pendamping hidupku? Kalau ya, bagaimana caranya supaya bisa menemukan orang tersebut? Kalau tidak, apa yan seharusnya saya lakukan untuk menemukan orang yang tepat tersebut?

Konsep yang Umum (Tetapi Keliru)
Salah satu kekeliruan yang umum dijumpai dalam masalah menemukan pasangan hidup yang tepat adalah keyakinan bahwa Allah telah menetapkan satu orang untuk menjadi pasangan dari seseorang, sebelum orang tersebut dilahirkan, bahkan mungkin sebelum dunia diciptakan. Sebagai akibat dari kekeliruan konsep ini, maka tidak sediki orang yang berusaha menemukan “pasangan jiwanya” dengan cara-cara yang kurang dapat dipertanggungjawabk an.
Misalnya, dengan bertanya kepada ahli ramal-meramal dll. Tidak jarang ditemukan, mereka yang sudah menikah tetapi merasa frustasi dengan pernikahannya, merasionalisasikan apa yang dialaminya dengan mengatakan, “Ia memang jodohku, mau apa lagi?”.”Mau tidak mau, rela tidak rela saya harus belajar kehendak Tuhan, karena ini jodoh dari Tuhan.” Dengan demikian, orang Kristen sebenarnya secara sadar ataupun tidak – sudah menjadi seorang fatalis. Seorang fatalis adalah orang yang melihat segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupannya sudah ditentukan oleh apa yang disebut sebagai takdir. Apabila memang benar bahwa Allah telah menetapkan satu orang untuk menikahi satu orang, maka Allah-lah yang patut bertanggung jawab untuk ketidakbahagiaan yang dialami dalam rumah tangga. Mengapa? Alasannya sederhana: Allah-lah yang telah menetapkan mereka untuk menjadi pasangan satu dengan yang lainnya.

– Dua contoh kasus.
Orang yang menyakini bahwa Allah telah menetapkan satu orang untuk menjadi pasangan bagi orang lain, seringkali menggunakan dua contoh kasus yang terjadi dalam Alktitab sebagai dasar bagi pandangan mereka. Dua contoh kasus tersebut adalah: kisah Adam dan Hawa (Kej 2:20-23) dan kisah Ishak dan Ribka (Kej 24).Kej 2:20-23, “Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk daripadanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu, “Inilah dia,tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
Sebagian orang Kristen mengambil ayat-ayat di atas sebagai bukti bahwa untuk setiap pria, Allah telah menyiapkan seorang wanita sebagai istrinya. Akan tetapi, apabila diperhatikan dalam konteks kitab Kejadian pasal 2, sama sekali tidak ditemukan pembahasan tentang cara memilih pasangan hidup. Kejadian pasal 2 hanya berbicara tentang perlunya seorang pria mendapatkan seorang wanita sebagai pasangan hidupnya. Tidak satupun ayat dalam kitab Kejadian pasal 2 yang memberikan janji bahwa Tuhan sendiri yang akan mempersiapkan dan mempertemukan seorang pria dengan seorang wanita yang telah dipilihkan-Nya. Apa yang terjadi dalam kitab Kejadian pasal 2 adalah suatu peristiwa yang luar biasa, yang tidak akan terulang lagi dalam sejarah manusia.

Satu-satunya prinsip yang dapat ditarik dari kisah ini adalah : Apabila di dunia ini, oleh suatu sebab, hanya tertinggal seorang pria dan seorang wanita, maka pria itu dapat dengan sejahtera memutuskan bahwa wanita itu satu-satunya orang yang cocok dengannya, demikian juga sebaliknya.Kisah kedua adalah kisah bagaimana Abraham mengutus Eliezar untuk menemukan seorang wanita yang tepat untuk Ishak, anaknya. Kej 24:12-14 “Lalu berkatalah ia: “Tuhan, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata, “Tolong miringkan butungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab, “Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum – dialah yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.”Demikianlah kemudian terjadi. Ribka datang dan memenuhi tanda yang diinginkan oleh Eliezar. Kisah ini kelihatannya mendukung keyakinan bahwa secara khusus Allah telah menetapkan seorang wanita untuk seorang pria dan sebaliknya. Dan ketetapan ini bisa diketahui melalui “tanda”. Tetapi benarkah demikian?

Apa yang terjadi dalam kisah Ishak dan Ribka adalah suatu kasus yang sangat khusus. Dengan pengertian lain, cara seperti inibukanlah cara yang normatif. Allah tidak selalu menjanjikan akan memberikan tanda-tanda khusus bagi anak-anak-Nya dalam menemukan pasangan hidupnya.Kisah ini hanyalah satu-satunya yang tercatat dalam Alkitab, banyak kisah pasangan lainnya, terjadi secara natural begitu saja.

Seperti misalnya, pertemuan antara Abraham-Sara, Ruth-Boas, dan bahkan Yusuf-Maria. Lalu bagaimana? Allah menciptakan manusia dan memberinya kehendak bebas. Termasuk dalam kehendak bebas yang dimilikki oleh manusia adalah kebebasan dalam memilih pasangan hidup. Allah juga menciptakan manusia dengan kemampuan untuk merasa dan berpikir dengan baik. Dengan kemampuan untuk merasa dan berpikir inilah seharusnya manusia memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya. Dalam proses pemilihan tersebut, Alkitab memberikan beberapa pedoman penting :

1. Jangan memilih seorang yang bukan Kristen sebagai pasangan hidup.
Rasul Paulus menyatakannya secara tegas dalam 2Kor 6:14-15, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian persamaan?
orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena menyangkut satu hal yang sangat mendasar: dasar dan pandangan hidup. Perbedaan dasar dan pandangan hidup akan mempersulit proses komunikasi dan penerimaan satu dengan yang lain.”

2. Pertimbangkanlah kesesuaian (compatibilities) antara diri anda dan pasangan anda.
Allah menghendaki setiap orang Kristen mendapatkan pasangan yang seimbang dan sesuai di dalam kehidupannya. Kej 2:20, “Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.”Kesesuaian adalah kunci untuk sebuah hubungan yang kuat. Kesesuaian tidak berarti sama persis, tetapi kesesuaian berarti berbeda tetapi bisa saling melengkapi dan menerima. Kesesuaian ini meliputi bidang-bidang: kerohanian, kemampuan rasio, dan kematangan sikap hidup. Semakin sedikit kesesuaian yang ada, semakin sulit untuk membangun relasi yang kuat dan mantap. Oleh karena itu, sebelum hubungan bergerak terlalau jauh, perhatikanlah masalah kesesuaian ini. Ingatlah, pernikahan hanyalah pengalaman sekali seumur hidup.

3. Pertimbangkanlah karakternya.
Dalam kisah Eliezar menemukan Ribka, Eliezar meminta Tuhan untuk menunjukkan kepadanya seorang wanita yang tindakannya menunjukkan
kerendahan hati, ketaatan, dan sikap melayani (Kej 24:13-14).

Martin De Haan memberikan beberapa kualitas karakter yang penting bagi orang Kristen yang akan memasuki pernikahan pada masa kini :
* Kesediaan untuk melayani, kerendahan hati (Yoh 13:1-7, Rom 12:16)
* Kemurnian dalam hal seksual (Rom 13:13-14, Ibr 13:4)
* Prioritas yang benar dalam hidup (Pkh 2:1-11)
* Komitmen untuk bergereja dan melayani (Ibr 10:24-25)
* Sikap mengasihi (Yoh 13: 35)
* Penguasaan diri (Ams 23:20-21)
* Tanggung jawab (1Tim 5: 8)
Tentunya daftar ini tidak seharusnya menjadikan kita mencari orang yang sempurna. Tidak ada orang yang sempurna, tetapi kesediaan untuk terus belajar dan bertumbuh dalam karakter-karakter di atas sangatlah penting.
Beberapa tips yang berguna. Dari kisah Eliezar menemukan Ribka bagi Ishak, terdapat beberapa tips yang berguna dalam proses menemukan pasangan hidup yang cocok. Perhatikanlah beberapa tips sederhana berikut ini :
* Carilah di tempat yang tepat
Eliezar tidak mencari pasangan bagi Ishak di kampung orang Kanaan.
Ia mencari pasangan bagi Ishak di tempat di mana orang-orang juga menyembah Tuhan yang benar. Demikian juga bagi kita sekarang. Temukanlah calon pasangan hidup kita, ditempat yang tepat.
* Minta pertolongan Tuhan
Eliezar berdoa dan memohon pimpinan Tuhan (Kej 24:12). Demikianlah juga hendaknya yang kita lakukan. Dengan berdoa berarti kita mengakui keterbatasan yang ada, dan sekaligus mengakui keutamaan Tuhan di dalam kehidupan kita.
* Jangan mendasarkan keputusan semata-mata mengikuti satu “tanda”
Meskipun kita menyakini “tanda” itu berasal dari Allah; teta pergunakanlah akal sehat. Eliezar terus menerus mengamati dan menilai Ribka, walaupun ia sudah mendapati bahwa “tanda” yang dimintanya telah terpenuhi (Kel 24:21).
* Meminta pertimbangan orang lain
Ribka pun sebelum ia akhirnya bersedia mengikuti Eliezar, terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari keluarganya (Kel 24:51, 58-61).
atu hal yang perlu diingat dalam masa pencarian pasangan hidup : “True love takes time”.

Selamat mencari pasangan hidup bersama dengan Tuhan Yesus.

HaPPy ValeNtine All…GBU

 

*) Ref: Sari Gea | Kirim Tulisan |Februari 13, 2009 pada 4:06 pm e



    • solusi2013: ibadah raya minggu biasanya mulai jam berapa? saya ingin datang by zega
    • Yusniar laia: untuk saudara yg mengenal ESTER APRIL YANI LAIA anak dr Tani'aro laia(Alm) dan sitina nduru tolong melakukan konfirmasi kepada keluarga kandung ester
    • Vikar Yunison Hulu, S.Th: Salom bapak/i, sdr/i di BNKP Tangerang, Saya Vikar Yunison Hulu, vikar ke-2 BNKP, sekarang saya melayani di Resort 54 BNKP, Batam yang dibimbing ol

    Kategori

    %d blogger menyukai ini: