BNKP Tangerang – Web

Maka Teruslah Berjalan dan Berjuang

Posted on: Februari 17, 2009

Ada sejuta kesempatan baik yang ada didepan perjalanan hidup kita. Maka teruslah berjalan dan berjuang. Jangan menyerah karena pada akhrinya hidup kita akan baik-baik saja, sungguh hidup tidak akan berhenti karena Allah yang mengatur hidup kita. Yakinlah Allah selalu dipihak kita anak-anakNya.

Banyak orang merasa tidak memiliki kesempatan dan mengalami putus asa dalam hidup ini setelah mengalami kesulitan, ini memang tidak salah namun janganlah hidup terus dalam keadaan keputusasaan ini serta hanya berhenti ditempat menunggu keajaiban datang. Orang harus terus berjalan dan berjuang maju dengan keyakinaan untuk menciptakan kesempatan sehingga harapan menjadi lebih baik dan dapat diwujud nyatakan.

Beberapa hari yang lalu Handphone saya berbunyi dan ada orang yang meminta saran pada saya. Rekan ini mengatakan sudah tidak kuat dalam hidup ini karena saat ini sedang mengalami musibah berat dimana ia dan isterinya dinyatakan positif hiv. Sang isteri marah besar dan setiap hari memukuli dirinya bahkan sampai meludahinya dengan memaki-maki padanya karena isterinya ikut ketularan hiv sedangkan isterinya merasa tidak melakukan kesalahan dalam hidup berkeluarga.

Rekan ini memang merasa yang salah, namun dengan perlakuan isterinya yang demikian ia merasa sudah tidak tahan lagi dan lebih baik mati meninggalkan dunia ini.

Saya memahami apa yang terjadi pada rekan ini. Saya juga ikut bingung dengan apa yang terjadi namun saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk hal ini kecuali hanya mendengarkan keluhan rekan itu. Rekan ini saat ini pergi meninggalkan rumah karena sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan isterinya kepadanya dan ia sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa bersalah dengan keadaan ini. Semua telah terjadi dan tidak bisa diputar balik menjadi seperti yang diharapkan, nasi sudah menjadi bubur. Rekan ini juga menceritakan, ia tidak tega meninggalkan isterinya karena beban hidup selama ini menjadi tanggunganya. Isterinya memberontak demikian karena shok dengan perisitwa dirinya ketularan hiv tersebut. Untuk menyudahi pembicaraan saya hanya bisa mengatakan, “saya berdoa untuk Anda dan kembalilah ke rumah apapun yang terjadi, Yakinlah hidup anda dan isteri Anda akan baik-baik saja”.

Setelah pembicaraan dengan rekan itu, saya menjadi lebih bingung lagi mau berbuat apa? Doa, ya hanya doa yang bisa saya lakukan walaupun pertempuran antara rekan itu dengan isterinya masih terus terjadi. Setidaknya andaikan isteri rekan itu sudah tidak memukul, meludahi dan memaki karena capek tentu perang batin masih ada dalam keluarga itu. Sungguh pintu gerbang “perpecahan” seolah ternganga dalam keluarga itu. Kesulitan dan kebekuan yang luar biasa pasti terjadi setelah perang itu. Suasana keluarga tentu menjadi tidak menentu dan hanya kebisuan yang ada serta seluruh penghuni rumah itu menjadi “seonggok” daging tanpa bersuara dalam cinta dan kebersamaan. Suasana yang sangat tidak mengenakkan melebihi “neraka”. Sungguh tak ada yang mau hidup dalam suasana ini namun tetap harus dijalani. Jika orang berhenti dan kata “lebih baik mati saja” dan mereka sungguh ambil keputusan untuk mati maka mereka telah menjadi orang-orang kalah yang mati konyol dalam hidup ini karena mati dalam luka yang sebenarnya bisa diatasi.

Sampai saat ini rekan itu belum menghubungi saya lagi dan saya tidak tahu dengan apa yang terjadi. Semoga keluarga itu telah menjadi lebih baik.

Suasana demikian juga sering terjadi dalam diri kita walaupun dalam kasus yang berbeda. Entah kasus perselingkuhan, pengkhianatan dan perendahan martabat kehidupan dalam kebersamaan. Situasi yang demikian adalah situasi yang tidak bisa dihilangkan namun hanya bisa diperbaharui jika sudah terjadi. Ya diperbaharui dalam kesadaran dan penerimaan. Jika isteri teman itu tidak bisa menerima keadaan dan terus marah dengan memaki, meludahi dan memukuli. Apakah keadaan bisa berubah seperti sebelum kejadian? Tidak. Ia dan suami tetap akan mengalami kasus hiv ini bahkan keadaan akan semakin parah dengan keadaan yang demikian. Dalam keadaan yang demikian seharusnya mereka saling mendukung dan mencari jalan keluar agar hidup terus berlangsung demi kebaikan bersama dan bukan dengan kemarahan dan kebencian. Sungguh kemarahan dan kebencian tidak akan merubah keadaan dan situasi namun malah akan memperkeruh suasana. Memang tidak mudah menerima keadaan ini apalagi menjadikan ini sebagai berkat dari kehidupan. Sulit dan teramat sulit. Emosi biasanya yang pertama berbicara dan bukan hati yang dingin dan pikiran yang jernih. Emosi biasanya bekerja lebih cepat dalam menanggapi ketidaknyamanan dalam hidup ini dan setelah emosi sampai pada puncaknya serta pada titik balik baru hati dan pikiran yang bekerja.

Maka berbahagialah mereka yang selalu dapat mengendalikan emosi dan mengedepankan peran hati dan pikiran, karena orang demikian adalah orang yang terberkati dan hidup dalam kedamiaan. Orang demikian adalah orang yang seungguh dekat dengan Allah sendiri. Saya yakin jika orang hidup dalam pikiran jernih dan hati yang dingin dalam menyikapi setiap permasalahan maka sudah dapat dipastikan pintu kesempatan pada kebaikan akan lebih mudah dibukakan. Sungguh orang diharapkan selalu memikirkan apa yang ada didepan hidupnya dan bukan apa yang telah terjadi dibelakang hidupnya. Jika orang menyadari kalau telah terkena virus penghianatan, perselingkuhan, perendahan martabat atau malah virus hiv ini serta bisa menerima ini dengan hati tenang dan mau memulai untuk hidup baru dalam pertobatan kembali pada kebenaran dan cinta Allah tentulah hidup akan tetap baik-baik saja.

Maka kata, ” teruslah berjalan, jangan menyerah karena pada akhirnya hidup akan baik-baik saja akan menjadi kenyataan”. Yang menjadikan hidup tetap baik adalah jika orang tetap mau melangkah kedepan dengan bercermin ke belakang, Orang tidak perlu jatuh pada kesalahan yang sama dengan terus membawa luka akan virus ketidaknyamaan ini. Namun orang harus berani meninggalkannya dan andaikan tidak bisa ditinggalkan cukup membawa dan berjalan beriringan dengannya.Virus hiv itu tidak mungkin ditinggalkan namun harus tetap dibawa namun virus ini tidak akan menjadi beban kalau orang sudah bisa berjalan dengannya. Memang beban itu akan ada karena sewaktu-waktu virus ini perlu penanganan namun dengan kesadaran dan penerimaan beban itu tidak akan terasa berat dibanding jika virus ditolak apalagi dibenci namun masih ada dan harus dibawa kemana-mana.

Maka belajarlah pada Tuhan Yesus yang luar biasa hebat.

Salib yang dipanggul oleh Tuhan Yesus bisa saja dibuang dan ditingggalkan namun kesetiaanNya menjadikan IA terus berjalan dan menyelesaikan perjalanan dan akhirnya semua menjadi baik bahkan sangat baik mengagumkan. Sama juga dengan mareka yang telah mengalami hiv namun berani menerima dan menyadari hal itu bahkan mendedikasikan diri pada pelayanan penanganan hiv menjadikan hidup mereka lebih berarti dan akan menjadi baik kesudahannya. Kesulitan tidak harus dijadikan batu sandungan namun kesulitan bisa menjadi batu loncatan untuk melangkah lebih jauh dan lebih tinggi. Hal ini hanya akan bisa jika ada satu kunci istimewa yaitu kekuatan untuk menerima dan menyadari hal ini sebagai berkat yang datang dari Allah. Memang Allah tidak mendatangkan berkat dalam bentuk kesulitan ini namun dengan meletakkan kesulitan dalam koridor Allah hal itu akan menjadi lebih bernilai.

Hal ini sama dengan perisitwa kebaikan.

Kebaikan akan menjqdi lebih bernilai jika diserahkan dalam koridor cinta Allah. Semoga hidup kita yang kadang dipenuhi oleh kesulitan ini boleh tetap berjalan dan tidak putus asa karena pada akhirnya hidup akan baik-baik saja. Sama seperti yang pernah saya alami. Saya tidak akan pernah boleh berbagi cinta dalam kehidupan seperti sekarang kalau tidak mengalami aneka kesulitan karena penghianatan dan fitnah. Namun penghianatan itu harus terjadi sama seperti orang buta sejak lahir seperti dalam kitab suci yang disembukan Tuhan.

Kisah orang buta dalam kitab suci adalah demi kemuliaan Allah karena Allah mampu mengubah kekurangan dalam diri orang buta menjadi berkat yang laur biasa. Sama seperti peristiwa kasus hiv rekan itu sungguh akan menjadi berkat jika disadari dan diterima dalam koridir Allah dan rekan itu mau bangkit. Saya juga memiliki rekan yang suami isteri terkena penyakit hiv ini namun mereka bisa menerima dan sampai saat ini kegembiraan tidak menjauh dari mereka.

Inilah kekuatan menerima dan menyadari serta mau terus berjalan memperjuangkan hidup. Mereka akan tumbuh seperti pohon yang kuat ditengah badai bahkan dapat menjadi sandaran banyak kehidupan lain. Saya berdoa semoga rekan yang kemarin menghubungi saya sudah menemukan jalan penerimaan sehingga keutuhan dalam keuarganya tetap masih terjadi hari-hari kemudian semakin menjadi jalan bagi kemuliaan Allah. Allah sungguh memiliki maksud istimewa dalam setiap peristiwa hidup kita, Ia memberi salib agar orang tahu artinya beban hidup dan penyerahan kepadaNya. Ia memberikan penghianatan agar orang tahu akan arti kesetiaan seperti kesetianNya pada manusia yang mengkhianatiNya. Yang pasti Ia selalu menciptakan hal yang baik hanya yang baik itu ada didepan dan kadang tidak dapat ditangkap sebelum waktu yang berbicara.

Semoga kehidupan kita yang penuh dengan perjuangan karena ketidaknyamanan dan kesulitan menjadi batu loncatan untuk maju meraih kegembiraan. Selama dalam keyakinan akan kebaikan Allah sehingga harapan-harapan kita menjadi kenyataan dan hidup menjadi baik-baik saja pada akhirnya.

 

Ref.: Sari Gea | Kirim Tulisan | Dikirim pada tanggal 2009/02/17 pukul 15:50

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


  • solusi2013: ibadah raya minggu biasanya mulai jam berapa? saya ingin datang by zega
  • Yusniar laia: untuk saudara yg mengenal ESTER APRIL YANI LAIA anak dr Tani'aro laia(Alm) dan sitina nduru tolong melakukan konfirmasi kepada keluarga kandung ester
  • Vikar Yunison Hulu, S.Th: Salom bapak/i, sdr/i di BNKP Tangerang, Saya Vikar Yunison Hulu, vikar ke-2 BNKP, sekarang saya melayani di Resort 54 BNKP, Batam yang dibimbing ol

Kategori

%d blogger menyukai ini: