BNKP Tangerang – Web

Archive for the ‘WARNA SARI’ Category

Alkitab adalah kitab suci umat Kristiani.  Hanya satu sumber ajaran Kristen yang penuh wibawa dan mutlak dipercaya, yaitu Alkitab. Alkitab disebut “Firman Allah”. Orang Kristen percaya bahwa Allah berfirman dalam dan melalui Alkitab. Segala sesuatu yang diajarkan oleh gereja  harus bersumber dari Alkitab. Setiap pendapat manusia untuk mencari kebenaran Allah, yang pertama harus dipertanyakan adalah “apakah ini ajaran Alkitab?” Alkitab tidak hanya memberi pengetahuan kepada manusia, tetapi menuntun manusia untuk percaya kepada Yesus guna memperoleh keselamatan. 

Alkitab dibagi atas dua bagian utama: Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Bagian-bagian utama ini disebut “Perjanjian” karena Allah bangsa Israel membuat perjanjian kepada manusia. Pertama kalinya antara Musa dan bangsa Israel dan kedua kalinya antara Yesus Kristus dan seluruh umat manusia.

Hampir semua buku Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, kecuali beberapa bagian yang ditulis dalam bahasa Aram dari kitab Daniel sedangkan semua buku Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.


Asal kata “Alkitab”

Filo (20 SM – 50 M) dan Yosefus menyebut Perjanjian Lama sebagai bibloi hiëraiHieronimus, seorang Bapak Gereja yang disuruh oleh Paus Damasus untuk merevisi Alkitab Latin, berkali-kali menyebut Alkitab dengan nama Biblia yang merupakan kata dari bahasa Latin yang berarti “buku”. Alkitab dalam bahasa Inggris menyebut kitab suci sebagai the Bible, dan dalam bahasa Jerman sebagai die Bibel. Dalam bahasa Indonesia, Alkitab kadang disebut dengan istilah Bibel

Istilah Alkitab berasal dari bahasa Arab “kitab” yang berarti “buku”.


Struktur dan pembagian Alkitab

Alkitab terdiri dari 66 bagian yang disebut dengan kitab atau buku, 39 termasuk dalam Perjanjian Lama dan 27 dalam Perjanjian Baru yang diakui oleh seluruh denominasi Kristen, serta kitab tambahan Deuterokanonika yang jumlahnya bervariasi menurut denominasi Kristen (kaum Protestan hanya mengakui ke-66 kitab non-Deuterokanonika).

Berdasarkan isinya dan gaya penulisan, Perjanjian Lama dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian utama, yaitu:

  1. Kitab Taurat (5 kitab)
  2. Kitab Sejarah (12 kitab)
  3. Kitab Puisi (5 kitab)
  4. Kitab Nabi-nabi Besar (5 kitab)
  5. Kitab Nabi-nabi Kecil (12 kitab).

Sementara pengelompokan untuk Perjanjian Baru adalah

  1. Kitab Injil (4 kitab),
  2. Kitab Sejarah (1 kitab),
  3. Surat-surat Rasuli (21 kitab)
  4. Kitab Wahyu (1 kitab).

Masing-masing kitab atau buku dibagi lagi menjadi beberapa pasal (mulai dari yang paling pendek 1 pasal: ObajaFilemon2 Yohanes3 YohanesYudas; dan yang paling panjang 150 pasal: Mazmur) dan masing-masing pasal dibagi menjadi beberapa ayat (mulai dari yang paling pendek 2 ayat: Mazmur 117; dan yang paling panjang 176 ayat: Mazmur 119).

Kitab-kitab di Alkitab disusun secara semi-kronologis. Semi-kronologis karena beberapa kitab tidak diketahui waktu penulisannya, dan beberapa lainnya merupakan kumpulan tulisan yang dikelompokkan menurut gaya penulisannya. Kitab Amsal yang ditulis oleh Salomo, misalnya, tidak ditempatkan setelah kitab 1 Raja-raja yang membahas riwayat Salomo, namun dikelompokkan bersama-sama dengan kitab-kitab puisi lainnya. (AyubMazmurPengkotbahKidung Agung). Kitab nabi Yeremia yang hidup di zaman raja Yosia, contoh lainnya, tidak ditempatkan setelah kitab 2 Raja-raja yang membahas riwayat raja Yosia, namun bersama-sama dengan kitab-kitab nabi nabi besar lainnya (YesayaRatapan Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel. Kitab-kitab lainnya, terutama kitab-kitab sejarah, disusun secara kronologis dan urutannya mempengaruhi cara pembacaan agar tidak membingungkan. Kitab Keluaran, misalnya, tidak dapat dibaca sebelum membaca kitab Kejadian karena pembaca tidak akan mengerti latar belakangnya. Demikian juga kitab Kisah Para Rasul tidak dapat dibaca sebelum membaca keempat kitab Injil, karena kitab-kitab itu merupakan latar belakang penulisan Kisah Para Rasul. Namun beberapa kitab, sepertiAmsal dan Pengkotbah, dapat dibaca secara lepas, walaupun pembaca akan lebih memahaminya jika mengetahui riwayat penulisnya, Salomo, yang dibahas di kitab-kitab sebelumnya (1 & 2 Raja-raja dan 1 & 2 Tawarikh).

Pembagian Alkitab ke dalam buku, pasal, dan ayat, dan pengurutannya merupakan hasil dari kanonisasi oleh bapak gereja mula-mula. Struktur tersebut tidak berubah selama ratusan tahun, namun beberapa terjemahan Alkitab terkadang memiliki konvensi yang sedikit berbeda, misalnya dalam kitab Mazmur Alkitab bahasa Indonesia nama penggubah Mazmur dan judul lagu dijadikan ayat yang pertama dalam suatu pasal, sedangkan dalam bahasa Inggris tidak. Oleh karena itu Alkitab bahasa Indonesia memiliki beberapa puluh ayat lebih banyak dari bahasa Inggris.

Selain itu setiap terjemahan Alkitab memiliki bagian sub-pasal yang disebut dengan perikop, yaitu yang membahas suatu topik tertentu.

Selain itu semenjak dahulu ada diskusi tentang kanon Alkitab: buku apa saja yang bisa dianggap bagian dari Alkitab. Pada abad ke-3 SM, Alkitab Ibrani atau Tanakh diterjemahkan dalam bahasa Yunani. Terjemahan ini disebut Septuaginta, tetapi memuat sejumlah buku yang tidak terdapat dalam versi Yahudi. Buku-buku ini disebut buku-buku Deuterokanonika.


Daftar Kitab dalam Alkitab

Alkitab terdiri dari:

  • 39 kitab Perjanjian Lama atau kitab-kitab bahasa Ibrani; karena 97% isinya ditulis dalam bahasa Ibrani dan sisanya dalam bahasa Aramaik.
  • 27 kitab dan surat Perjanjian Baru atau kitab-kitab bahasa Yunani; karena ditulis dalam bahasa Yunani oleh para pengikut Kristus (disebut sebagai orang Kristen).
  • Kitab-kitab Deuterokanonika atau Apokrif (hanya dipakai oleh gereja Katolik Roma dan Ortodoks dan jumlahnya berbeda-beda menurut denominasi. Kristen Katolik memakai 7 kitab dan 2 tambahan pada kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya.)

 

Perjanjian Lama

1.      Kitab Kejadian
2.      Kitab Keluaran
3.      Kitab Imamat
4.      Kitab Bilangan
5.      Kitab Ulangan
6.      Kitab Yosua
7.      Kitab Hakim-Hakim
8.      Kitab Rut
9.      Kitab 1 Samuel
10.  Kitab 2 Samuel
11.  Kitab 1 Raja-raja
12.  Kitab 2 Raja-raja
13.  Kitab 1 Tawarikh
14.  Kitab 2 Tawarikh
15.  Kitab Ezra
16.  Kitab Nehemia
17.  Kitab Ester
18.  Kitab Ayub
19.  Kitab Mazmur
20.  Kitab Amsal
21.  Kitab Pengkotbah
22.  Kitab Kidung Agung
23.  Kitab Yesaya
24.  Kitab Yeremia
25.  Kitab Ratapan
26.  Kitab Yehezkiel
27.  Kitab Daniel
28.  Kitab Hosea
29.  Kitab Yoel
30.  Kitab Amos
31.  Kitab Obaja
32.  Kitab Yunus
33.  Kitab Mikha
34.  Kitab Nahum
35.  Kitab Habakuk
36.  Kitab Zefanya
37.  Kitab Hagai
38.  Kitab Zakharia
39.  Kitab Maleakhi

Perjanjian Baru

  1. Injil Matius
  2. Injil Markus
  3. Injil Lukas
  4. Injil Yohanes
  5. Kisah Para Rasul
  6. Surat Paulus kepada Jemaat di Roma
  7. Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus
  8. Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus
  9. Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia
  10. Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus
  11. Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi
  12. Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose
  13. Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Tesalonika
  14. Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Tesalonika
  15. Surat Paulus yang Pertama kepada Timotius
  16. Surat Paulus yang Kedua kepada Timotius
  17. Surat Paulus kepada Titus
  18. Surat Paulus kepada Filemon
  19. Surat kepada Orang Ibrani
  20. Surat Yakobus
  21. Surat Petrus yang Pertama
  22. Surat Petrus yang Kedua
  23. Surat Yohanes yang Pertama
  24. Surat Yohanes yang Kedua
  25. Surat Yohanes yang Ketiga
  26. Surat Yudas
  27. Wahyu kepada Yohanes

Deuterokanonika

  1. Kitab Tobit
  2. Kitab Yudit
  3. Kitab 1 Makabe
  4. Kitab 2 Makabe
  5. Kitab Kebijaksanaan Salomo
  6. Kitab Yesus bin Sirakh
  7. Kitab Barukh
  8. Surat Yeremia
  9. Tambahan Daniel
  10. Tambahan Ester

 

Ref.: 1) Wikipedia Indonesia, 2) Katekisasi Masa Kini, R.J. Porter MA, Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, 2007

Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SMsehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 JanuariCaesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalamkalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama penggantiJulius CaesarKaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

 

Tahun Baru Di Dunia

  1. Dalam kalender Bahai, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut Naw Ruz.
  2. Rosh hasanah adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.
  3. Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.
  4. Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari).
  5. Tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.
  6. Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek.

 

Kartu Natal – yang sempat menjadi ikon paling diburu pada bulan Desember – sejarahnya berawal dari 165 tahun silam, yakni tahun 1843, ketika John Callcott Horsley Cole melukis sebuah kartu bergambar satu keluarga dengan anak kecil yang sedang minum anggur. Atas perintah Sir Henry Cole, kartu natal itu dicetak secara komersial untuk pertama kalinya di London, Inggris. Seribu lembar kartu cetakan pertama seharga 1 shilling itu laris manis. Bukan gambar bertema keagamaan atau suasana musim dingin, tetapi bunga dan peri yang justru lebih sering dilukis di kartu natal generasi awal. 

Pengiriman kartu natal pun lalu menjadi salah tradisi popular menjelang natal. Tradisi yang berawal dari Inggris ini menyebar ke seluruh dunia. Goa natal, bintang, pohon cemara, dan suasana musim dingin dengan gumpalan salju merupakan tema-tema lukisan yang sering dilukis di kartu natal.

Namun, menjelang tahun 2000, kepopuleran kartu natal tergeser dengan maraknya pengiriman ucapan lewat jaringan internet dan telepon seluler (sms dan mms). (DARI BERBAGAI SUMBER/CAS)

Ref. Kompas, Minggu 28 Desember 2008 | halaman 2 | IKON

Santa Klaus adalah salah satu dari tradisi yang hidup dan berkembang bersamaan dengan tradisi natal. Santo Nicholas dari Myra adalah inspirasi awal untuk Santa Klaus. Santo Nicholas adalah Uskup Myra, Provinsi Bizantine Anatolia (sekarang Turki). Meskipun Santa Klaus merupakan gambaran uskup Gereja Katolik, namun Kepausan di Vatikan, Italia, tidak yakin dengan kebenaran sejarah terkait cerita Santa Klaus karena lebih banyak dongeng dan khayalannya.

Tahun 1970, Vatikan menghapus Santa Klaus (Santo Nicholas) dari daftar orang suci. Paus Paulus VI lantas memerintahkan potongan tubuh (relikui) Santa Klaus ke Gereja Saint Nicholas, New York.

Di luar kontroversi sejarah itu, Santa Klaus adalah gambaran kedermawanan. Santa Klaus selalu digambarkan sebagai seorang bertubuh besar berpakaian merah dengan jenggot putihnya dan memberikan hadiah kepada anak-anak di hari natal. Gambaran itu mulai popular di Amerika Serikat pada abad ke-19 karena pengaruh kuat kartunis politik Thomas Nast. Kedermawanan ini secara jeli kemudian dilekatkan dengan konsumerisme yang mendahului natal.   (DARI BERBAGAI SUMBER/INU)

Ref. Kompas, Sabtu 27 Desember 2008 | halaman 2 | IKON

 

Natal (natus – Latin) adalah peringatan kelahiran Yesus di Betlehem. Sejak abad ke-4, peringatan kelahiran Yesus dirayakan pada 25 Desember untuk menggeser pesta tentang “kelahiran dewa matahari” di Eropa. Pergeseran ini sejalan dengan perkembangan umat Kristiani di Eropa. Dewa matahari dipuja di Eropa karena sejak tanggal itu, hari-hari di Eropa menjadi lebih panjang karena sinar matahari yang lebih lama.

Beberapa Gereja Timur merayakan Natal pada 6 Januari. Natal yang diperingati baik tanggal 25 Desember atau 6 Januari bukan hari ulang tahun Yesus. Secara historis, tidak dapat dipastikan apakah Yesus dilahirkan pada 25 Desember.

 Gereja memperingati Natal pada 25 Desember sebagai perayaan keagamaan dalam kalendarium liturginya. Pesannya, Allah lahir sebagai manusia. Yang mulia menanggalkan kemuliaanNya karena kecintaanNya pada manusia.. Misteri inkarnasi ini digambarkan dikandang hewan, di antara para gembala domba yang sederhana. (DARI BERBAGAI SUMBER/INU)

 

Ref. Kompas, Rabu 24 Desember 2008 | IKON



  • solusi2013: ibadah raya minggu biasanya mulai jam berapa? saya ingin datang by zega
  • Yusniar laia: untuk saudara yg mengenal ESTER APRIL YANI LAIA anak dr Tani'aro laia(Alm) dan sitina nduru tolong melakukan konfirmasi kepada keluarga kandung ester
  • Vikar Yunison Hulu, S.Th: Salom bapak/i, sdr/i di BNKP Tangerang, Saya Vikar Yunison Hulu, vikar ke-2 BNKP, sekarang saya melayani di Resort 54 BNKP, Batam yang dibimbing ol

Kategori

%d blogger menyukai ini: